Sunday, September 9, 2012

Inspirasi hati 2012.07


TIDAK BERBUAT APA-APA

Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yakobus 4:17)

Lukas 10:25-37

Ketika membaca perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, biasanya perhatian kita tertuju pada orang Samaria. Padahal dengan memberikan perumpamaan itu, Yesus tidak hanya hendak menunjukkan kemurahan hati orang Samaria, tetapi juga hendak menunjukkan kejahatan imam dan orang Lewi! 
Mengapa imam dan orang Lewi itu dikatakan jahat? Karena mereka tidak melakukan kebaikan yang seharusnya mereka lakukan. Mereka bisa menolong orang yang dirampok itu, tetapi dengan banyak pertimbangan mereka memilih untuk cuci tangan, tidak melakukan apa-apa. 
Mungkin tidak banyak orang kristiani yang jatuh dalam dosa perzinaan, pembunuhan, pencurian, atau tindakan amoral lain, tetapi banyak orang kristiani jatuh dalam dosa ini: tidak melakukan apa-apa! Ya, ini dosa yang sering dilakukan orang kristiani. Yakobus 4:17 mengatakan bahwa jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa! 
Tidak melakukan apa-apa adalah dosa! Ingatkah Anda perumpamaan tentang orang yang menerima satu talenta? Apa yang dikatakan tuannya ketika mendapati bahwa hamba yang menerima satu talenta ini tidak berbuat apa-apa? Tuan itu berkata bahwa ia adalah hamba yang jahat! 
Untuk menjadi orang berdosa, Anda tidak perlu membunuh, merampok, atau berzina. Hanya dengan tidak berbuat apa-apa, kita menjadi orang berdosa! Hari ini, mari kita menjadi orang yang selalu melakukan kebaikan kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Jangan sampai kita jatuh dalam dosa karena tidak berbuat apa-apa

Inspirasi hati 2012.06


KEKURANGAN DIRI

Kita semua mengetahui bahwa sesungguhnya manusia itu tidak
sempurna, segalanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka,
sebaiknya perbedaan yang ada janganlah jadi pertentangan diantara kita,
bahkan justru sebaliknya; perbedaan itu diciptakan untuk saling
melengkapi.

Dan, janganlah kita terlalu mengasihani diri sendiri; jika kita memiliki suatu
kekurangan, maka janganlah kita menganggap diri kita ini lemah,
anggaplah kita ini hanya sedikit berbeda dari yang lainnya. Karena setiap
orang juga pada dasarnya berbeda dan memiliki kelemahan atau
kekurangan.

Fokuskanlah diri pada hal-hal yang mampu kita lakukan, bukan pada
kekurangan kita. Fokuskan pada kelebihan kita dan bangunlah kekuatan
untuk meraih kesuksesan. Janganlah terlalu merenungi diri, mengasihani
atau bahkan mengurung diri dari kenyataan hidup, karena hal itu tidak
akan membantu sama sekali.

Bertindaklah dan jangan takut berbuat kesalahan, karena dengan
bertindak berarti kita sudah mengatasi kelemahan diri kita dan
membangkitkan potensi terbaik diri kita. Hal tersebut sangat berguna bagi
kita untuk meraih hal-hal terbaik dalam hidup ini.

Bersyukurlah atas keadaan kita. Tuhan maha tahu atas diri kita, dan kita
sebaliknya tidak dapat mengetahui apa yang direncanakan-Nya.

Kata Bijak:
Bukalah mata sewaktu berjalan, karena bisa saja kita akan bertemu
dengan kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah
erat-erat, karena kesempatan datang dan pergi tanpa memberitahu
(Anonim)

Inspirasi hati 2012.05


HAI…..TERSENYUMLAH!

Hidup itu bagai berada di dalam air mendidih. Panasnya air membuat kita mengeluh. Kadang kita merasa tidak tahan dengan kondisi seperti itu. Hidup menjadi penuh dengan emosi sehingga tidak ada waktu untuk merasakan kebahagiaan sejati.
Saat kita dididihkan oleh air panas itu, jangan menjadi lembek seperti kentang. Sebelum dididihkan, kentang begitu keras. Jangan juga menjadi keras seperti telur, dimana telur mudah pecah karena sangat cair sebelum dididihkan.

Seseorang yang sebelumnya sangat keras bisa menjadi sangat rapuh saat menghadapi suatu masalah. Begitu juga dengan orang yang sangat lemah lembut, tiba-tiba menjadi keras hati begitu mendapat masalah.

Jadilah seperti teh. Saat teh dimasukkan kedalam air mendidih, teh tidak berubah menjadi lebih keras atau lebih lembek, melainkan teh telah merubah keseluruhan warna air tersebut.

Ya, saat kita mendapat sebuah masalah, jangan menjadi keras hati atau putus asa, melainkan jadilah berkat bagi orang-orang disekitar kita. Hadapi semua masalah itu dengan bijaksana.

Ketika kehidupan memaksa kita untuk menyerah, datanglah kepada Yesus, karena Dia-lah sumber kekuatan kita. Saat kita menghadapi beban berat, jangan menyuguhkan wajah cemberut pada orang lain karena wajah cemberut dapat menambah beban orang tersebut.

Saat kita berada di dalam masalah, terseyum dan bersyukurlah! Dengan itu kita akan mendapatkan kelegaan dan menjadi berkat bagi orang lain. Di dalam senyum yang tulus dan penuh dengan suka cita, orang lain akan melihat sinar kemuliaan Tuhan terpancar dalam wajah kita. Jadi tunggu apalagi? Ayo terseyuuuuum…

Inspirasi hati 2012.04


KESOMBONGAN ADALAH PEMBUNUH

Banyak orang merasa bangga dengan apa yang mereka miliki. Saat mereka kaya dengan ilmu atau pun harta, maka akan sangat sulit untuk berbagi dan takut untuk disaingi. Ketika orang menjadi sombong, mereka akan haus dengan pujian-pujian.
Kita dilahirkan dengan telanjang. Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa gelar atau pun kekayaan. Kita lahir pun juga karena pertolongan orang lain, kita tidak bisa lahir dengan sendirinya. Seorang ibu dengan bantuan dokter, bersama-sama berjuang melawan maut untuk melahirkan kita. Lalu apa yang pantas untuk kita sombongkan?
Kesombongan dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. Saat kita sombong, kita akan menjadi egois dan tidak membutuhkan orang lain. Bagaimana saat kita megalami kesukaran? Dapatkah kita meminta pertolongan pada “kesombongan” itu sendiri? Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri. kesombongan yang kita miliki dapat melukai perasaan orang-orang disekitar kita. Dan sampai pada saatnya nanti, luka itu akan kembali pada kita.

Sombong itu tidak abadi. Yang abadi adalah kasih. Lebih baik kita menabur kasih daripada kesombongan. Dimana ada kasih, disitu ada berkat. Dan dimana ada kesombongan, disitu juga ada kutuk. Kasih itu menyelamatkan, sama seperti kasih Yesus yang rela disalib untuk menebus dosa umat manusia.

Inspirasi hati 2012.01


BETAPA CINTANYA YESUS KEPADAMU

Yohanes 15:9
Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Saudaraku dalam kasih Tuhan...

Tiba saatnya, Yesus akan berdiri sebagai Hakim atas nama Bapa-Nya, untuk hukum-hukum Bapa-Nya. Dan Ia akan menghakimi tanpa pandang muka. Tidak ada yang terlalu keren di mata-Nya sampai orang itu lolos dari pemeriksaan. Apakah anda merasa keren sekarang? Anda juga tidak akan lolos. Yesus memperjuangkan ketaatan manusia pada hukum-hukum Bapa-Nya. Ia mengajarkan itu, menyerukan itu. Tidak ada pengenduran standar kekudusan surgawi oleh Yesus Kristus. Jangan anda berpikir bahwa karena kasih karunia, anda sekarang bebas dari jangkauan hukum kekudusan Allah. Pengajaran-pengajaran yang mengesankan Yesus terlihat sebagai Seorang pengajar liberal, berasal dari iblis. Tolaklah itu.

Tetapi Yesus adalah Pribadi kasih. Ia penuh belas kasihan. Ia panjang sabar, lemah lembut, rendah hati. Ia memerintah kita dengan cinta. Ia memandang kita dengan kasih. Tidak ada kebencian dalam sorot mata-Nya pada siapapun manusia. Tidak pada anda, tidak juga pada tetangga jutek yang suka menjahati anda itu.

Suatu hari, seorang nyonya kehilangan emasnya. Ia dan suaminya telah memakai cara tradisional menyimpan emas-emas itu. Mereka menaruhnya dalam suatu wadah, lalu menimbunnya di pekarangan belakang. Mungkin itu lebih aman dalam pikiran mereka, karena perampok tidak akan pernah mengira hal seperti itu, juga kalau suatu hari rumah kebakaran atau apa, orang ramai tidak menemukan apa-apa di dalam kamar. Sependengaran saya, ada beberapa kilo emas.

Lantas suatu hari, mereka menggali tempat itu. Betapa terkejutnya, emas-emas itu tidak ada lagi. Hilang lenyap tanpa tanda-tanda. Meraunglah mereka, terutama si nyonya. Pertengkaran tentu saja terjadi. Mereka mulai saling menyalahkan. Si suami ngotot hendak konsultasi ke "orang pintar", tetapi si nyonya yang rupanya cukup mengerti firman Tuhan, mencegah dengan keras. Pertengkaran tentu makin panas, debat-debat pun meletus. Lalu keluar ultimatum. Si istri diberi tenggat waktu untuk mencari solusi, jika tidak berhasil, harus setuju ke dukun.

Syukurlah, nyonya itu datang pada Yesus, Dia yang sangat mengasihi dia. Bermula dari teman curhatnya, yang menyarankannya datang ke gereja Tuhan yang ada di sekitar lingkungan itu. Kebetulan malam itu kami sedang berkumpul di gereja dalam acara pertemuan pelayan. Nyonya itu datang dan langsung berlutut di hadapan pak pendeta, menangis tersedu-sedu minta didoakan. Tidak seorang pun dari antara kami mengenalnya, karena dia bukan jemaat kami. Tetapi karena dia datang pada Yesus, kami semua mendoakannya didalam kasih dan persaudaraan, setelah tahu apa masalahnya.

Puji Tuhan, pertolongan dari surga terjadi. Tuhan menggerakkan mereka menggali ke suatu sudut lain dari pekarangan itu, dan ketemulah emas-emas itu utuh disana. Tak ada yang hilang. Tidak ada penjelasan apa-apa yang mereka peroleh kenapa emas itu pindah kesitu dan sejak kapan. Biarlah itu tetap menjadi sebuah misteri. Yang penting, emas-emas mereka telah kembali.

Tetapi sejak itu, si nyonya itu tidak pernah datang lagi ke gereja. Tidak untuk sekedar mengucapkan terimakasih, apa lagi untuk turut beribadah. Dia sepertinya telah menjadi sasaran bisik-bisik miring di kalangan jemaat yang suka berbisik, tentang contoh manusia yang tidak tahu terimakasih, contoh manusia yang lupa akan Tuhan setelah memperoleh pertolongan, dan lain sebagainya.

Seseorang bertanya pendapat saya tentang dia. Saya tidak memiliki pendapat apa-apa kecuali menurut hati Yesus: ratusan juta orang kristen di dunia ini seperti itu, melupakan Tuhan setelah memperoleh pertolongan bahkan mukzizat dari Tuhan Yesus. Itu menyedihkan hati Tuhan, tetapi Dia tetap mengasihi mereka.

Bagaimana kalau suatu hari emas-emas mereka itu hilang lagi, dan oleh karenanya nyonya itu datang lagi ke gereja kita seperti dulu, menangis dan minta didoakan, apa kira-kira komentar jemaat-jemaat? Kemungkinan terbesar, jemaat yang sudah lebih dulu muak mungkin akan semakin muak dan menolak untuk berdoa. Benar? Tetapi bagaimana dengan Yesus? Apakah Yesus juga muak dan berkata: "Enyahlah kau perempuan yang tidak tahu berterimakasih!!"

Tidak. Secuil pun tidak! Yesus akan tetap memeluknya dan menolongnya dengan penuh kasih sayang.

Saudaraku....

Yesus tidak menolak siapapun yang datang kepada-Nya. Ia tidak membuang siapapun. SIAPAPUN.

Kasih Yesus sempurna. Sebagaimana antusiasme-Nya mengampunimu di kali pertama, seperti itu juga Ia tetap antusias mengampunimu untuk keseribu kalinya, bahkan untuk kesalahan yang sama!

Dan kita diajar untuk memiliki kasih pengampunan yang seperti itu pula, kasih yang kita terima dari Roh Kudus, yang telah kita peroleh secara cuma-cuma, untuk kita bagikan pula secara cuma-cuma.

Yohanes 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

I Yohanes 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Sekarang, mungkin ada yang bertanya, lalu bagaimana dengan standar hukum-hukum Allah yang menjadi pegangan Tuhan Yesus seperti yang saya tuliskan di paragraf pertama? Bagaimana menjelaskannya sementara Yesus memerintah kita dengan kasih..?

Kedua hal itu nampaknya bertolak belakang. Benar, dan hal itu telah menjadikan banyak orang yang kurang berhikmat menjadi sesat. Sebagian besar orang kristen telah menjadi liberal dengan alasan kasih Tuhan yang sempurna, dan sebagiannya lagi menjadi sangat arogan, sombong rohani, dengan alasan standar hukum Tuhan. Hanya sebagian kecil umat kristen yang benar-benar tunduk pada pimpinan Roh dan menerima urapan hikmat. Allah kiranya menambahkan jumlah yang sedikit itu.

Saudaraku kekasih dalam Tuhan Yesus...

Setiap orang memiliki standar. Setiap istri, dan setiap suami memiliki standar. Tidak semua tindakan istri disukai suami, dan tidak semua tindakan suami disukai istri. Jika seorang istri selalu suka dengan apapun tindakan suaminya atau sebaliknya, berarti dia tidak memiliki standar. Tetapi orang seperti itu tidak ada. Orang gila di lampu merah, kalau diganggu pun, ia akan mengejarmu. Ia tetap memiliki standar, yang menjadi garis batas dari rasa suka dan tidak suka, rasa nyaman dan rasa terganggu.

Seorang istri tidak suka ditampar suami, dan seorang suami tidak suka direndahkan istrinya. Suami menginginkan penghormatan atas supremasinya, istri menginginkan kesetaraan serta penghargaan atas kedudukannya. Kedua tuntutan standar itu dapat berbenturan sewaktu-waktu, bahkan sering kali menjadi akar dari perpecahan rumah tangga yang pernah terjadi.

Seorang suami berharap istrinya menghidangkan sarapan dan membuatkannya kopi. Itu adalah standar yang diinginkan banyak suami, atau katakanlah saya sendiri. Tetapi kaum istri, atau katakanlah istri saya sendiri, tidak selalu melakukannya.

Kawan, ketika engkau pulang kantor, istrimu tentu tidak suka engkau menaruh sepatumu di atas meja, atau kaus kakimu di atas kulkas. Itu standar mereka, tetapi kita, atau katakanlah saya sendiri, tidak selalu memenuhinya.

Ketika standar kita dilanggar, ada sesak di dada kita. Ada rasa keluhan tersembunyi. Itu pasti terjadi, dan itu bukan dosa. Tetapi seorang suami yang cinta istrinya, tidak serta merta menampar istrinya karena tidak membuatkan sarapan, atau seorang istri tidak serta merta menuntut cerai karena kaus kaki di atas kulkas. Rasa kesal, rasa sesak di dada, memang pasti akan terjadi seketika itu. Tetapi cinta akan mengalirkan kesabaran. Cinta akan mengerem dan memunahkan amarah, seperti air memadamkan bara kayu bakar di tungku. Cinta akan mengalirkan pengampunan. Cinta akan selalu memberikan kesempatan untuk berubah.

Di pihak yang melanggar standar, cinta akan pasangannya akan membuatnya tidak ingin mengulangi lagi. Cinta akan membuatnya mendekat dan meminta maaf, menyesali perbuatannya. Cinta akan mampu memberinya motivasi untuk berubah, untuk hidup seturut standar orang yang dicintainya.

saudaraku yang baik....

Sudahkah anda menangkap sebuah penjelasan tentang perjalanan hubungan kita dengan Yesus? Ketika anda melanggar firman-Nya, Ia tidak suka dan ada rasa sesak di dada-Nya.

Tetapi karena kasih-Nya yang tak terukur dalamnya akan anda, Ia tidak lantas marah-marah, tidak ngamuk-ngamuk kepada anda. Ia tetap menyediakan anda pengampunan, Ia bersabar, dan akan tetap seperti itu seumur hidup anda. Ia terlalu mencintai anda, dan tetap memberi anda kesempatan untuk berubah. Bukan hanya kesempatan kedua atau ketiga, tapi bila pun itu kesempatan yang sejuta kalinya, Ia tetap memberikannya, dan senantiasa: dengan sorot mata cinta yang lemah lembut.

Pengampunan sejati hanya dapat berasal dari cinta yang murni. Maka janganlah sia-siakan kasih-Nya itu. Bangunlah cintamu akan Dia juga, dan cinta itu akan membuatmu mampu untuk tidak mengulangi lagi, atau untuk kembali kepada-Nya. Cinta akan Dia akan memberimu motivasi untuk berbuah, untuk hidup seturut standar-Nya.

"Marilah kepada-Ku, kekasih-Ku. Cintailah Aku sebab Aku ini sangat merindukanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu dan tidak sedetikpun muncul niat di hatiku untuk membenci atau membuangmu. Aku sangat mengasihimu."

Berpeganglah kepada hati Tuhan, sahabatku. Selama kita bernafas, kasih karunia-Nya tidak diambil dari kita. Sambil kita menyadari, bahwa kelak ketika cerita zaman ini telah ditutup, saatnya akan tiba Dia berdiri sebagai Hakim Yang Adil, yang tidak memandang muka. Jadi janganlah sia-siakan kesempatan ini untuk memastikan keselamatanmu. Ia telah mengundangmu untuk datang pada-Nya, sebab hanya Ia yang mampu menyelamatkanmu, siapapun engkau dan betapapun buruknya hidupmu hari ini. Maka datanglah sekarang.

Yesus mengasihimu.

Inspirasi hati 2012.02


RAIHLAH DENGAN SELURUH YANG ANDA MILIKI

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan tangan. Bila
anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki, tidak ada hal yang
tidak tercapai.

Raihlah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai, bergeraklah,
hingga hal itu dalam jangkauan. Bergeraklah menuju tujuan, ketimbang
menunggu tujuan anda bergerak kepada anda.
Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah dengan jelas
dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa menggapai. Gunakan daya
pikiran anda untuk mengembangkan rencana realistis dan perencanaan
tindakan.

Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai. Selalu ada
banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan imajinasi anda untuk
bekerja dan mengembangkan segala peluang. Bila satu jalur terhalang,
bayangkan selusin alternatif dan ikuti yang paling berpeluang.

Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap saat
kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri, kesadaran
akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa anda raih bila anda
secara tulus bersyukur atas hal-hal yang telah anda miliki.

Kata Bijak:
Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram
jika ada orang lain merasa gelisah; ketidakmampuan untuk
tetap merasa nyaman jika ada orang merasa tidak
nyaman; ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila
seorang tetangga sedang gundah.
(Samuel H. Holdenson)